Save Our Earth

Songsong Generasi Baru Penuh Impian..!!

Translate

Save Our Earth

    <data:blog.pageTitle/>
    [Silahkan Tinggalkan Komentar, Pesan, Saran dan Kritik Anda..!!]

    The Widgipedia gallery
    requires Adobe Flash
    Player 7 or higher.

    To view it, click here
    to get the latest
    Adobe Flash Player.
    Get this widget from WidgipediaGet this widget from WidgipediaMore Web & Desktop Widgets @ WidgipediaMore Web & Desktop Widgets @ Widgipedia

Luar Biasa, Bagaimana Cinta Ibu Mempengaruhi Otak Anak

diposting oleh ahmad-zainal-a-fkh09 pada 29 October 2012
di Umum - 6 komentar

Perbandingan otak anak 3 tahun, yang diasuh dengan cinta (kiri) dan diabaikan (kanan)

Perbandingan otak anak 3 tahun, yang diasuh dengan cinta (kiri) dan diabaikan (kanan). pic.

 

VIVAnews - Beratnya hanya 1,4 kilogram, tapi mengandung lebih dari 100 juta sel syaraf. Ia mengatur gerak seluruh badan dan pemikiran kita, bahkan mampu mengontrol orang lain: otak. Studi terakhir menyebut, otak sejatinya adalah "hati" kita, di mana segala perasaan berkecamuk, termasuk cinta. 

Ini salah satu buktinya. Sebuah penelitian para ilmuwan dari University of California, Los Angeles (UCLA) membandingkan dua otak anak berusia 3 tahun dengan nasib berbeda. Untuk menunjukkan, pengasuhan dengan kasih sayang bukan hanya merawat secara emosional, tapi juga menentukan ukuran otak seorang anak. 

Dari hasil pemindaian otak ditemukan, otak anak yang diasuh dengan kasih sayang dan cukup cinta berukuran jauh lebih besar, memiliki bintik dan area hitam lebih sedikit dari yang lain, yang diabaikan. 

Menurut para ahli syaraf, perbedaan ukuran otak anak berasal dari satu penyebab utama: tergantung cara setiap anak dirawat oleh ibu mereka.

Seperti dilaporkan Sunday Telegraph, anak dengan ukuran otak lebih besar dan perkembangan lebih maksimal dirawat oleh seorang ibu yang responsif terhadap bayinya.

Sementara, anak dengan ukuran otak yang menyusut, bisa jadi adalah korban dari tindakan abai bahkan penganiayaan.

Menurut penelitian tersebut, otak anak yang diabaikan tak memiliki areapaling fundamental yang dimiliki otak anak yang dirawat dengan penuh kasih sayang.

Lalu, apa pengaruhnya?

Para ilmuwan menyebut, anak dengan ukuran otak lebih besar berpeluang menjadi lebih cerdas dan berpotensi besar untuk mengembangkan kemampuan sosialnya, untuk berempati dengan orang lain.

Sebaliknya, anak dengan ukuran kecil, bahkan secara ekstrem, diduga lebih berpeluang kecanduan obat-obatan, terlibat dalam kriminal, dan jauh lebih mungkin untuk menjadi pengangguran dan menjadi tergantung pada bantuan negara. 

Tak hanya itu, anak tersebut lebih berpeluang mengalami masalah mental dan problem kesehatan serius lainnya. 

Profesor  Allan Schore dari UCLA mengatakan, jika bayi tidak dirawat dengan sebaik-baiknya dalam dua tahun pertama kehidupannya, itu dapat memiliki dampak yang mendasar dalam perkembangannya. 

Salah satunya, ia menunjuk, sejumlah gen terkait aspek fungsi otak termasuk kecerdasan, tidak bisa berfungsi. Sayangnya, ada kemungkinan gen-gen tersebut tidak bisa berkembang atau bahkan tak ada. 

Hasil studi ini tampaknya juga menunjukkan, makin parah seorang ibu mengabaikan anaknya, makin jelas kerusakan yang diakibatkan. 

Juga menguak konsekuensi mengkhawatirkan jika seorang anak yang masih dalam pertumbuhan kerap diabaikan orang tuanya sehingga otak mereka tak berkembang maksimal.

Namun, penelitian di Amerika Serikat itu menunjukkan "siklus memprihatinkan" itu bisa dipatahkan, oleh intervensi dini dan dukungan keluarga besar. 

Studi ini berkorelasi dengan penelitian yang dirilis awal tahun ini, yang menyebut bahwa anak-anak yang mendapat cinta dan kasih sayang dari ibu mereka di awal kehidupan mereka, akan lebih pintar dan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk belajar.

Penelitian oleh psikiater anak dan ahli saraf di Washington University School of Medicine di St Louis, menemukan anak usia sekolah yang dirawat dengan kasih sayang ibunya di awal-awal perkembangannya, punya otak dengan hippocampus yang lebih besar. Untuk diketahui, hippocampus adalah struktur kunci penting dalam otak terkait kemampuan belajar, memori, dan respon terhadap stres.

 

Sumber: Daily Mail

6 Komentar

Nuzulul

pada : 29 October 2012


"mantabs wes.."


fulanah

pada : 30 October 2012


"bismillaah.
blognya bagus, tapi terlalu banyak aksesoris. aksesoris yang antum pasang juga kesannya kurang match sama tema blog, tata letaknya juga gimana gituuu. walau mungkin ada lomba blogger unair yang salah satu indikator penilaiannya adalah tampilan blog, tapi sedikit saran dari saya... tujuan adanya blog adalah untuk berbagi informasi, jadi memberi hiasan yang seperlunya saja, asal sedap dipandang mata. semoga bermanfaat...

smg tetap konsisten menulis tulisan yang bermanfaat bagi yang membaca blog antum..."


Zainal

pada : 30 October 2012


"@Fulanah: Terimakasih atas masukannya, jadi dengan adanya saran dan kritik seperti ini jadi tahu akan kekurangan yg ada, InsyaAllah akan saya perhatikan lagi.."


Iszam

pada : 16 November 2012


"Cukup menarik sebenarnya masalah tampilannya, tapi kalo di tampilkan pada layar yg lebih kecil jadi agak berantakan...
by the way,, semangat terus dan lebih baik lagi kawan.."


Zainal

pada : 16 November 2012


"@Iszam : Terimakasih atas kritik dan sarannya, smoga saya bisa lebih baik lagi.. terlepas dari semua kekurangan smoga blognya dpt bermanfaat ya :)"


rental ac

pada : 01 March 2013


"benar sekali gan, kasi sayang seorang ibu memang mempengaruhi otak anak"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :