Save Our Earth

Songsong Generasi Baru Penuh Impian..!!

Translate

Save Our Earth

    <data:blog.pageTitle/>
    [Silahkan Tinggalkan Komentar, Pesan, Saran dan Kritik Anda..!!]

    The Widgipedia gallery
    requires Adobe Flash
    Player 7 or higher.

    To view it, click here
    to get the latest
    Adobe Flash Player.
    Get this widget from WidgipediaGet this widget from WidgipediaMore Web & Desktop Widgets @ WidgipediaMore Web & Desktop Widgets @ Widgipedia

Kembaran Curiosity Siap Jajal Mars pada 2020

diposting oleh ahmad-zainal-a-fkh09 pada 07 December 2012
di Teknologi - 0 komentar

Dengan desain sama dan perlengkapan yang sudah ada, "adik kembar" ini akan berbiaya lebih murah.

mars,batu,curiosityRobot Curiosity milik NASA yang mendarat di Planet Mars sejak Agustus 2012. (thinkstockphoto)

Kesuksesan misi robot Curiosity di Mars, membuat Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana membangun duplikatnya pada 2020. Perbedaannya adalah kembaran Curiosity ini akan dilengkapi dengan perangkat sains yang tidak lagi sama.

Namun, di mana lokasi pendaratan atau instrumen apa yang akan dibawa, serta sampel apa yang jadi sasaran, belum bisa disebutkan. Demikian disampaikan John Grunsfeld, Associate Administrator NASA untuk Sains di Konferensi American Geophysics Union di San Francisco, AS, Selasa (4/12).

Secara virtual, robot baru ini serupa dengan Curiosity yang mendarat di Mars pada 6 Agustus 2012 lalu dan akan bertahan selama dua tahun --kemungkinan diperpanjang hingga lima tahun. Dengan desain sama dan perlengkapan yang sudah ada, "adik kembar" ini akan berbiaya lebih murah. Diperkirakan NASA akan menghemat sekitar US$1 miliar (lebih dari Rp9 triliun).

Untuk mendukung Curiosity yang ada saat ini dan kembarannya, NASA juga berencana menerbangkan orbiter lain ke Mars. Tujuannya untuk mempermudah radio komunikasi antara misi sekarang dan misi di masa depan.

"Jika terlihat 2020 adalah waktu yang cukup lama, sebenarnya tidak. Curiosity saja dikerjakan selama satu dekade," kata Grunsfeld.

Menurut Steve Squyres, peneliti planet dari Cornell University, hal ini merupakan kabar baik. Karena selama ini, komunitas sains sudah berbagi mengenai bagaimana misi ke Mars selanjutnya dilaksanakan.

"Dan (misi) itu adalah mengambil sampel yang nantinya kembali ke Bumi. Ini merupakan bagian terpenting dari misi tersebut," kata Squyres.

Curiosity merupakan bagian dari misi Mars Science Laboratory (MSL) yang diluncurkan ke Mars pada 26 November 2011. Tujuan utamanya adalah mencari kemungkinan apakah planet merah ini bisa menampung kehidupan. Selain itu diselidiki pula berbagai sampel tanah, iklim, dan geologi Mars.

 

Sumber: Discovery News

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :